Langsung ke konten utama

The Seven Habits Of Highly Effective People






Kebiasaan 1: Be Proaktive 
Mengambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda (dan bagaimana mereka terkait dengan prinsip-prinsip kehidupan) adalah faktor determinasi primer untuk efektifitas dalam kehidupan Anda. Mengambil tanggung jawab terhadap pilihan yang Anda buat dan konsekuensi berikutnya yang mengikuti. Covey mengartikan tanggung jawab (resposibility) sebagai response - ability atau kemampuan untuk melakukan respon atas stimulus yang dihadapi.
contoh:
  • Ketika pertama kali saya masuk kuliah saya merasa tidak percaya diri karena merasa ini bukan bidang saya. Tapi kemudian saya berpikir saya harus bisa melakukannya karena ini sudah menjadi tanggungjawab saya karena telah memilih jurusan ini. Selain itu saya harus berpikir positif bahwa saya dapat melakukannya.
  • menjadi perawat memang sangat sibuk hampir semua waktunya di habiskan untuk merawat dan jarang mendapat waktu untuk beribur sehingga perawat menjadi mengeluh, dan cara terbaik untuk tidak mengeluh adalah mengatur waktu yang baik agar dapat membagi waktu saat libur dengan istirahat.
Kebiasaan 2: Mulailah dari Akhir dalam Pikiran ( Begin With The End in My Mind)
Temukan diri sendiri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan tujuan hidup Anda yang sangat penting. Gambarkan/bayangkan karakteristik ideal untuk setiap peran yang berbeda dan hubungan dalam hidup Anda.
Contoh:
  • ·        Banyak hal yang saya inginkan dan perjuangkan salah satunya adalah membahagiakan orang tua, untuk mencapai itu semua saya harus terus berusaha dan berdoa dengan kamampuan saya harus memberikan hasil nilai yang baik dan lulus dengan tepat waktu.
  • ·        Memikirkan dan melakukan yang terbaik yang dilakukan perawat.
Kebiasaan 3: Dahulukan yang Utama (Put First things First)
Ringkasan: Rencanakan, prioritaskan, eksekusi tugas-tugas mingguan Anda berdasarkan skala kepentingannya lebih dahulu dibandingkan skala urgensinya. Evaluasi apakah usaha yang sudah anda lakukan sudah sesuai dengan nilai karakter yang Anda inginkan, mendorong Anda semakin dekat pada sasaran, dan memperkaya peranan dan hubungan yang diuraikan dalam kebiasaan 2.
Contoh: 
  • Dan untuk kedapannya saya ingin bisa lebih selalu memprioritaskan hal-hal penting, supaya semuanya tidak sia-sia, karena terkadang saya selalu tergoda apabila datang ke pusat perbelanjaan melihat sesuatu yang saya suka, saya suka membelinya, padahal misalnya benda itu tidak terlalu saya butuhkan.
  • sebagai seorang perawat kita harus menolong pasien tanpa membedakan status ataupun gender tetapi dalam hal ini kita harus memikirkan mana yang lebih mengancam jiwa pasien maka kita harus menolongnya terebih dahulu.
Kebiasaan 4: Berpikir Menang-Menang (Think Win Win)
Ringkasan: Benar-benar berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam hubungan Anda. Nilai dan hormati orang lain dengan memahami bahwa "kemenangan" untuk semua orang adalah suatu resolusi jangka panjang yang lebih baik daripada jika hanya satu orang saja yang telah mendapatkan keinginannya.
contoh:
  • Saya tidak bisa mengerjakan tugas salah satu mata kuliah, kemudian saya belajar dengan teman saya yang lebih pandai, setelah saya belajar padanya dan dia mengajarkanku dan berhasil, kemudian teman saya menjadi lebih pandai lagi karena dia mengajarkan saya, secara tidak langsung diapun ikut berlatih belajar, sehingga tambah pintar.
  • Sebagai perawat kita tidak boleh egois atau memetingkan diri sendiri karena perawat harus berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.
Kebiasaan 5: Berusahalah untuk mengerti orang lain dahulu, baru kemudian dimengerti ( Seek First To Understand, Then To be Understand)
Ringkasan: Pakailah cara mendengarkan dengan empati agar dapat benar-benar dipengaruhi orang lain, yang akan mendorong mereka untuk balas mendengarkan Anda dan berpikiran terbuka untuk dapat Anda pengaruhi. Ini menciptakan suasana kepedulian, menghormati, dan pemecahan masalah secara positif.
Contoh:
  • Ketika ada sahabat ingin menceritakan masalahnya, tentu saya akan mendengarkan keluh kesahnya yang dialaminya. Begitupun sebaliknya dia juga akan mendengarkan saya dan dia juga dapat merahasiakannya. Jadi kami sering saling curhat. Hal ini terjadi awalnya karena saya bisa mengerti, mendengarkan dan merespon cerita dia dengan baik secara empaty, ketika saya beceritapun, sahabat saya akan merespon dengan baik, bahkan memberi solusi. Karena saya bisa terlebih dahulu bisa mengerti dia kemudian hasilnya baru
  •  Sebagai perawat kita harus mengerti keadaan pasien, bahwa setiap perilaku pasien itu berbeda-beda. dan kita juga harus mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh pasien sehingga pasien pun akan dengan mudah mendengarkan kita.

Kebiasaan 6: Sinergi (Synergize)Ringkasan: Menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif, sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada satu orangpun yang bisa melakukannya sendiri. Mendapatkan performa terbaik dari sekelompok orang dengan mendorong kontribusi yang berarti, dan pemodelan kepemimpinan inspirasional dan mendukung.Contoh:
  • Kami sering mendapatkan tugas kelompok sehingga kita dapat mewujudkan sinergi, kami saling bekerja sama, dan saling membantu untuk dapat menyelesaikan tugas kelompok tepat pada waktunya. 
  • Kita harus terbiasa dengan kolaborasi antar anggota tim medis yang lain, dengan berkolaborasi maka pekerjaan akan lebih ringan dan mendapatkan hasil yang lebih baik. 

Kebiasaan7:Asahlah gergaji
Ringkasan: Seimbangkan dan perpaharui sumber daya, energi, dan kesehatan Anda untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan, jangka panjang, dan efektif.
Contoh: 
  • Ketika saya mengalami kesulitan dalam salah satu mata kuliah, saya harus lebih giat lagi membaca supaya mental saya ikut berkembang dan terlatih. Selain itu, saya harus membaca materi sebelum diajarkan oleh dosen supaya lebih faham. 
  • Sebagai perawat kita harus mengkaji kedaan pasien terutama dengan sifat sehingga sebelum kita bertemu dengan pasien kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka. 

  


Komentar

Posting Komentar